Kinesiology Taping

Kinesiology Taping

Jika Anda penggemar acara olah raga seperti sepak bola, tenis, bulutangkis, ataupun basket, mungkin And apernah melihat para atlit menggunakan plester warna-warni pada bagian tubuh tertentu. Plester tersebut bukanlah hiasan atau bermaksud sebagai fashion. Itulah Kinesiology Taping, suatu metode kinesiologi untuk membantu performa otot ataupun sebagai pencegahan dan pemulihan cidera anggota tubuh. Plester tersebut tidaklah mengandung obat-obatan tertentu atau menimbulkan rasa panas  seperti koyo. Bahan plester tersebut adalah dari katun dan polyester yang diberikan perekat untuk kulit. Perekat ini sudah diuji klinis dan terbukti sangat aman bagi kulit dan hipoalergenik.

Plester Kinesiologi direkatkan dengan teknik tertentu mengikuti prinsip kinesiologi otot rangka dan gerak. Pemasangan plester kinesiologi yang tidak mengikuti prinsip tersebut tidak akan bermanfaat dengan baik. Plester inis angat tipis dan lentur, berbeda dengan plester kinesiologi konvensional yang tebal dan kaku. Memang, plester kinesiologi generasi baru ini didesain menyamai ketebalan kulit. Dengan demikian, plester ini hamper tidak berasa saat dipakai namun memiliki fungsi optimal.

Awalnya, plester kinesiologi generasi baru ini didesain oleh seorang dokter chiropractor Jepang, Dr. Kenzo Kase, sebagai bagian dari terapi rehabilitatif di kliniknya. Sampai sekarangpun, penggunaan plester kinesiologi ini paling banyak adalah untuk terapi fisik dan rehabilitasi di klinik-klinik fisioterapi maupun rumahsakit. Fungsi utamanya adalah untuk proses koreksi pada struktur otot rangka, seperti scoliosis. Cara kerjanya adalah dengan memberikan fungsi inhibisi ataupun fasilitasi otot rangka. Dibalik teknik sederhana ini, tersimpan suatu rahasia besarya itu plester ini ternyata bisa memberikan koreksi fascia, memberikan ruang antar lapisan kulit agar cairan tubuh maupun darah bisa mengalir dengan lebih baik. Dengan demikian, inflamasi atau peradangan yang mungkin terjadi pada otot bisa diredakan dengan cepat.

Aplikasi plester ini membawa efek pemulihan yang sangat cepat dan terasa. Seperti misalnya aplikasi pada orang yang mengalami sakit pinggang. Segera setelah plester terpasang, rasa nyeri bisa berkurang lebih dari 60%  kira-kira. Dari pengalaman di lapangan, nyeri sciatica akibat peradangan pada lumbosacral, dapat berkurang  sampai dengan 90%  setelah aplikasi selama kurang lebih 1 bulan. Tentunya, aplikasi ini dilakukan oleh terapis yang telah disertifikasi.

Penggunaan Plester Kinesiologi ini mulai popular di kalangan atli semenjak Olimpiade Beijing 2008. Tidak kurang seperti David Beckham, Mario Balotelli, Serena Wiliiams, Novac Djokovic, juga menggunakan plester ini. Mereka menggunakan plester ini agar performa otot lebih baik, lebih bertenaga, dan kejenuhan otot bisa diperlambat. Plester ini sangat aman, tidak memiliki efek samping berbahaya, dan sangat nyaman digunakan. Namun, bagaimanapun sebaiknya pemasangan ini dilakukan oleh terapis bersertifikat Kinesiology Taping untuk  manfaat yang maksimal.