NLP & Hypnotherapy

NLP & Hypnotherapy

“Self Transformation with Hypnotherapy and Neuro Linguistic Programming”

 

Pernahkah anda merasa kesal atau marah pada sesesorang sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas tanpa anda dapat mengendalikannya? Pernahkah anda mengalami peristiwa traumatis dan peristiwa itu membayangi anda bahkan setelah bertahun-tahun membuat anda ketakutan tanpa anda dapat menghilangkannya? Pernahkah anda merasa sangat gembira sehingga anda melupakan situasi sekitar dan melakukan tindakan seperti melompat-lompat dengan hebohnya sampai orang sekitar anda memperhatikan anda? Banyak perilaku-perilaku individu yang muncul secara spontan di keseharian aktivitas individu tersebut. Bagaimana peristiwa-peristiwa di atas dapat terjadi? Meskipun terlihat spontan dan tidak disadari namun perilaku tadi sebenarnya ada yang mengendalikannya yaitu pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mengatakan bahwa perilaku itu kurang tepat namun  pikiran bawah sadar individu tetap menampilkan perilaku yang  disadari kurang tepat. Perilaku-perilaku itu terbentuk dari peristiwa yang dialami dan perilaku yang kita lakukan terus-menerus semenjak kecil sampai saat ini, sehingga hal itu menjadi suatu kebiasaan atau acuan dalam bertindak saat menghadapi situasi-situasi yang kita alami.  Pikiran bawah sadar kita bekerja seperti layaknya komputer yang canggih.  Saat kita membuka suatu file maka pertama kali komputer akan menanyakan kita akan membuka dengan program apa? Namun berikutnya bila kita membuka file yang sejenis maka komputer akan otomatis membuka dengan program yang biasa kita pakai sebelumnya. Dengan kata lain komputer menciptakan shortcut berdasarkan pilihan program kita sebelumnya, sama halnya pikiran kita bekerja. Pikiran kita akan bereaksi terhadap suatu peristiwa berdasarkan referensi reaksi terhadap peristiwa sejenis  yang pernah kita alami. Dengan demikian, banyak orang merasa bahwa hal yang dilakukan selama ini merupakan perilaku yang memang telah dimiliki semenjak ia lahir dan tidak mungkin diubah serta tidak berdaya untuk mengubahnya. Apakah benar demikian? Bagi kebanyakan orang pikiran manusia  tidak dapat diubah.  Namun, sebenarnya pikiran manusia dapat diubah dengan cara berkomunikasi yang efektif dengan pikiran bawah sadar dan pikiran sadarnya.

Peristiwa dan perilaku yang terjadi di hidup kita ada  yang kita sadari namun banyak pula yang tidak kita sadari mengapa? karena pikiran sadar yang merupakan pasangan dari pikiran bawah sadar menyaringnya. Hal ini dilakukan karena selain kapasitas memori pikiran sadar kita terbatas, dia juga memilih mana hal yang perlu/harus kita ingat dan mana yang tidak. Kita ingat nama ibu kita tapi kita tidak ingat kapan kita mulai bisa berjalan, bukan? Tapi Pikiran Bawah Sadar mengingat semuanya karena kapasitas memorinya jauh lebih besar dan tidak memilih-milih informasi yang masuk atau dengan kata lain, Pikiran Bawah Sadar tidak pernah lupa seluruh kejadian hidup kita. Untuk mengingatnya kembali kita harus masuk ke Pikiran Bawah Sadar kita tersebut. 

Ada 2 hal  yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita pikirkan dan lakukan di keseharian kita, Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind).

a.         Pikiran Sadar, bertanggung jawab terhadap apapun yang kita lakukan secara sadar, sebagai pemandu kita berpikiran logis dan bereaksi secara sadar dan terstruktur terhadap rangsangan dan kejadian dari luar diri kita, membantu kita merencanakan sesuatu, alasan melakukan sesuatu, membuat suatu keputusan dan sebagainya. Contohnya , saat kita menggerakan tangan atau kaki untuk menyalakan TV, mandi, berjalan, mengambil sesuatu, hal tersebut diputuskan oleh Pikiran Sadar. Selain memutuskan apa yang akan kitan lakukan, Pikiran Sadar juga merupakan penyaring informasi ke dalam Pikiran kita. Bila seseorang mengatakan atau mengajak kita untuk melakukan sesuatu namun hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup kita atau sesuatu yang kita yakini, maka Pikiran sadar akan memutuskan untuk menolak hal tersebut. Contohnya, bila seseorang meminta kita mencuri, maka Pikiran sadar kita akan menolak untuk melakukan hal tersebut,karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, sebaliknya bila ada kerabat yang kesusahan meminta bantuan, maka kita memutuskan untuk menolongnya, karena sesuai dengan keyakinan dan nilai hidup kita.

b.         Pikiran Bawah Sadar, bertanggung jawab terhadap hal-hal yang secara reflek dan “tidak sadar” kita lakukan seperti emosi-emosi yang kita munculkan (sedih, marah, takut),contohnya, saat kita merasa takut pada gelap, walaupun Pikiran sadar kita tidak menginginkan rasa takut itu muncul, Pikiran Bawah sadar tetap memunculkan perasaan tersebut.  Atau juga kebiasaan-kebiasaan kita yang secara spontan kita lakukan setiap hari (mengaruk-garuk kepala apabila bingung, atau memegang dahi bila sedang berpikir keras). Pikiran Bawah Sadar merupakan tempat dimana seluruh memori hidup kita tersimpan, kebiasaan (habit), personality, dan nilai-nilai hidup kita. Pikiran Bawah Sadar jugalah yang bertanggung jawab menjawab pertanyaan,” Kenapa anak saya sangat mudah marah dan mudah sekali tersinggung.”, atau “Kenapa anak saya tidak suka bermain dengan teman-temannya, padahal bagi anak lain itu hal yang menyenangkan.”, “ Kenapa anak saya selalu gugup dan cemas bila ulangan umum sudah dekat.”

 

Seringkali pikiran sadar dan pikiran bawah sadar tidak berjalan beriringan sehingga meskipun sadar bahwa perilakunya kurang tepat namun pikiran bawah sadar tetap memunculkan perilaku yang kurang tepat bahkan sebetulnya perilaku itu tidak kita inginkan. Bagaimana kita dapat menjangkau pikiran bawah sadar dan pikiran sadar sehingga kerja pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dapat selaras? Metode yang dapat dilakukan untuk menjangkau pikiran bawah sadar adalah dengan hipnosis dan bila orang ingin mengubah perilaku yang tersimpan di pikiran bawah sadarnya dapat digunakan metode hipnoterapi. Sementara pendekatan Neuro Linguistic Programming dapat  menjangkau pikiran sadar dan pikiran bawah sadar seseorang sehingga orang akan mampu menyadari bahwa perilakunya kurang tepat dan pikiran bawah sadarnya juga dapat diajak bekerjasama untuk mewujudkan  perilaku positif sesuai dengan harapan.  Saat akan melakukan terapi individu juga akan mudah untuk menjalani proses terapi bila ia memiliki kesadaran dan mau menjalani proses terapi itu sendiri tanpa adanya paksaan dari orang lain. Maka akan efektif bila perubahan perilaku dilakukan dengan menjangkau pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Penggabungan metode Hipnoterapi dan pendekatan  Neuro Linguistic Programming akan efektif mengubah perilaku manusia sesuai dengan tujuan hidupnya.

 

Apa itu Hypnotherapy dan Neuro Linguistic Programming

Hipnotherapi adalah terapi yang dilakukan pada subjek dalam kondisi Hipnosis.

Kata "Hipnosis" adalah kependekan dari istilah James Braid's (1843) "neuro-hypnotism", yang berarti "tidurnya sistem syaraf". Orang yang terhipnosis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. Hipnotherapi sering digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubungan stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi.(Sumber Wikipedia). Lebih jelasnya kondisi hipnosis itu adalah kondisi  relaksasi tubuh dan pikiran, sama seperti ketika tubuh kita rileks saat berada di suatu tempat yang membuat kita nyaman ataupun saat kita hendak tidur. Jadi ketika kita berada pada kondisi hipnosis, kita akan merasakan seluruh tubuh menjadi rileks dan santai, kita lebih dapat memusatkan pikiran, perasaan menjadi lebih nyaman, tenang, damai dan kita tetap dapat menggerakkan tubuh sesuai dengan keinginan kita, dapat merasakan suhu udara di ruangan dan masih dapat mendengar suara yang ada di sekitar anda. Saat berada pada kondisi hipnosis yaitu keadaan yang tenang dan santai kita mulai dapat mengeluarkan informasi yang tidak memberdayakan dan dapat dilakukan proses terapi pada kondisi itu sekaligus menerima sugesti atau informasi positif yang dimasukkan ke pikiran bawah sadar. Dengan demikian, dapat terjadi perubahan perilaku dari perilaku yang tidak memberdayakan ke arah yang memberdayakan.

Sedangkan Neuro Linguistic Programming adalah Teknik berkomunikasi dan memodel perilaku orang lain dengan cara  mengarahkan individu untuk dapat mengganti program perilaku  tidak memberdayakan diri yang berada pada pikiran sadar dan pikiran bawah sadar sehingga perilakunya dapat berubah menjadi perilaku yang memberdayakan dirinya.  Dengan kata lain dapat juga diartikan sebagai metode untuk memprogram neuron(saraf) dan linguistic(bahasa).  Setiap proses yang terjadi pada diri kita baik fisik dan emosi merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi yang pusatnya berada di pikiran kita.  Sementara bahasa atau linguistic merupakan alat untuk bisa memprogram dari pikiran tersebut sehingga terjadi perubahan perilaku sesuai dengan tujuan kita.  Pikiran atau neuro serta linguistic perlu diprogram karena sebetulnya perilaku kita terdiri dari program-program yang kita dapatkan dari lingkungan di masa lalu dimana program itu diterima oleh pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar. Artinya bila program yang kita dapatkan melalui pikiran dan bahasa adalah program yang memberdayakan maka berdaya pula hidup kita namun  bila yang terjadi adalah sebaliknya maka perilaku kita dapat mengarah pada perilaku yang tidak memberdayakan. Dengan pendekatan Neuro Linguistic Programming maka  dapat memprogram ulang pikiran dan bahasa yang digunakan yang dapat menjangkau pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar serta menarik sumber daya yang telah dimiliki yang dapat memberdayakan sehingga manusia dapat mencapai tujuan hidupnya. 

 

Manfaat terapi menggunakan gabungan ilmu Neuro Linguistic Programming dan Hipnotherapi

•           Meningkatkan Kepercayaan Diri

•           Mengatasi stress dan depresi

•           Mengatasi fobia dan trauma

•           Mengendalikan emosi atau diri

•           Membantu penurunan berat badan

•           Membant menyembuhkan luka batin

•           Membantu menghancurkan mental block

•           Membantu mencapai tujuan ke depan yang diharapkan

•           Meningkatkan semangat belajar

•           Dan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pikiran dan emosi